SUBAH, 28 Desember 2024 – Hujan deras yang mengguyur jalan Subah pada Selasa (26/12) hingga Rabu (27/12) menyebabkan kondisi jalan di daerah tersebut semakin parah. Jalan utama yang menghubungkan kampung dengan kota terendam lumpur setinggi mata kaki, sehingga menyulitkan warga untuk melintasi jalan tersebut.
Kondisi jalan yang buruk dan dipenuhi lumpur membuat warga kesulitan beraktivitas. Banyak kendaraan yang terjebak, sementara pejalan kaki harus berhati-hati agar tidak tergelincir di jalan yang licin.
Beberapa warga bahkan terpaksa berjalan kaki melintasi jalan berlumpur tersebut, yang menambah beban mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Warga Subah dan pengguna jalan lainnya merasakan dampak langsung dari kondisi jalan yang buruk. Mereka mengeluhkan pemerintah setempat yang dinilai lambat dalam menangani masalah perbaikan infrastruktur di daerah tersebut.
Seorang warga, Rosalia (21), mengungkapkan, "Setiap kali hujan deras, jalan ini jadi seperti lautannya lumpur. Kami jadi kesulitan beraktivitas, apalagi kalau harus membawa barang berat." Kejadian ini terjadi Di Sambas, Kecamatan Subah, yang merupakan salah satu kawasan pedesaan yang terhubung dengan pusat kota. Jalan yang rusak tersebut merupakan satu-satunya jalur utama bagi warga untuk menuju kota dan sebaliknya.
Hujan lebat yang berlangsung pada 26 dan 27 Desember 2024 menyebabkan jalan-jalan di kampung tersebut tergenang air dan lumpur. Warga sudah mengeluhkan kondisi ini sejak hujan mulai turun dengan intensitas tinggi dua hari lalu. Kondisi jalan yang jelek dan tidak terawat ditambah dengan intensitas hujan yang tinggi memperburuk situasi.
Infrastruktur jalan yang belum mendapatkan perawatan memadai serta saluran drainase yang buruk menyebabkan genangan air dan lumpur meluap ke jalan. Warga menilai perbaikan jalan yang seharusnya rutin dilakukan tidak mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. Dampak langsung dari kondisi ini adalah terganggunya mobilitas warga. Para petani yang biasanya mengirim hasil bumi ke pasar juga mengalami kesulitan karena kendaraan mereka seringkali terjebak dalam lumpur.
Selain itu, banyak anak sekolah yang terlambat karena sulitnya akses menuju sekolah. Warga setempat berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan jalan dan meningkatkan sistem drainase agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
