Command Palette

Search for a command to run...

Masyarakat

Massa Subah dan Ledo Datangi Polres Sambas, Empat Terduga Penambang PETI Ditangguhkan

Berite Sambas

01 Maret 20262 Menit Baca3 views
Bagikan:
Massa Subah dan Ledo Datangi Polres Sambas, Empat Terduga Penambang PETI Ditangguhkan

Beritesambas.com - Puluhan warga dari Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas dan Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, mendatangi Mapolres Sambas untuk menyampaikan aspirasi terkait penangkapan empat terduga penambang emas tanpa izin (PETI) di Dusun Prajo, Desa Madak, beberapa hari lalu.

Aksi yang berlangsung di halaman Polres Sambas itu disebut sebagai bentuk solidaritas masyarakat terhadap empat warga yang diamankan oleh Satreskrim Polres Sambas dalam operasi penertiban aktivitas PETI.

Dalam orasinya, perwakilan massa meminta agar keempat terduga penambang dibebaskan. Mereka berharap kepolisian mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat yang bergantung pada aktivitas tersebut.

Kapolres Sambas, AKBP Wahyu Jati Wibowo, turun langsung menemui massa dan menyampaikan bahwa pihaknya menghormati aspirasi yang disampaikan. Namun ia menegaskan bahwa proses hukum tetap harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Kapolres, pembebasan tidak dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui mekanisme hukum. Meski demikian, pihaknya membuka ruang dialog dengan perwakilan massa guna mencari solusi terbaik.

Setelah dilakukan komunikasi antara kepolisian, tokoh masyarakat, dan perwakilan massa, diputuskan bahwa keempat tersangka diberikan penangguhan penahanan. Meski demikian, proses hukum terhadap dugaan tindak pidana PETI tetap dilanjutkan.

Massa kemudian membubarkan diri secara tertib, dan situasi di sekitar Mapolres Sambas berlangsung aman serta kondusif.

Polres Sambas menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penindakan terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah Kabupaten Sambas. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang bertentangan dengan hukum.

Aksi tersebut disebut-sebut dipicu oleh solidaritas masyarakat terhadap penambang yang diamankan, sekaligus menjadi cerminan bahwa isu PETI masih menjadi persoalan sensitif di sejumlah wilayah.(adm)