Beritesambas.com - Proyek penataan kawasan Waterfront Istana Alwatzhikoebillah, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, hingga awal tahun 2026 dilaporkan masih belum menunjukkan kelanjutan pengerjaan. Proyek yang mulai dikerjakan sejak tahun 2023 tersebut tampak terbengkalai tanpa aktivitas pembangunan lanjutan.
Informasi ini disampaikan oleh seorang warga yang berada di sekitar kawasan Waterfront Istana Alwatzhikoebillah. Yang bersangkutan meminta identitasnya tidak disebutkan.
Menurut keterangan warga, sejak pengerjaan awal dihentikan pada 2023, tidak terlihat adanya progres lanjutan di lapangan. Kondisi bangunan dan fasilitas yang sempat dikerjakan dibiarkan begitu saja tanpa kejelasan penyelesaian.
“Sudah masuk tahun 2026, tapi belum ada kelanjutan. Dari 2023 sampai sekarang seperti dibiarkan,” ujarnya.
Terbengkalainya proyek tersebut dinilai berdampak pada wajah kawasan istana yang merupakan salah satu ikon sejarah dan wisata di Kabupaten Sambas. Selain mengurangi nilai estetika, kondisi ini juga dikhawatirkan memengaruhi kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
Warga berharap ada perhatian dan kejelasan dari pihak terkait mengenai kelanjutan proyek Waterfront Istana Alwatzhikoebillah, termasuk kepastian apakah pembangunan akan dilanjutkan atau terdapat kendala tertentu yang menyebabkan proyek terhenti dalam waktu lama.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi yang diterima masyarakat terkait rencana lanjutan pembangunan kawasan waterfront tersebut. (adm)
