Beritesambas.com - Kegagalan Gabsis Sambas melaju ke babak semifinal Liga 4 Kalimantan Barat kembali menjadi sorotan publik. Gabsis harus terhenti di babak 8 besar usai kalah dari Persiwah Mempawah, namun perhatian masyarakat justru tertuju pada absennya enam pemain asal Kabupaten Sambas yang tidak membela Gabsis pada ajang tersebut.
Beberapa dari enam pemain tersebut diketahui memperkuat klub dari kabupaten lain di Liga 4 Kalbar. Kondisi ini memicu kekecewaan sebagian masyarakat dan pemerhati sepak bola Sambas, yang menilai kekuatan tim kebanggaan daerah tidak tampil maksimal karena ditinggal sejumlah pemain potensial.
Polemik semakin mencuat setelah beredar pesan dari panitia Turnamen Rudy Apen Cup-turnamen sepak bola antar desa yang digelar di Kabupaten Sambas yang menyebutkan adanya pembatasan terhadap enam pemain tersebut untuk direkrut oleh tim peserta turnamen.
Dalam pesan tersebut dijelaskan bahwa mulai babak 8 besar hingga final, setiap tim diperbolehkan menambah maksimal tiga pemain bebas (BON) berbayar. Namun, berdasarkan catatan Ketua Askab PSSI Kabupaten Sambas, terdapat enam pemain yang tidak diperkenankan direkrut, yakni Tomi (Sebadi), Okta (Sebadi), Fatur (Pimpinan), Aprialdi (Tangaran), Ade (Tambatan), dan Andrian (Sekuduk).
Khusus Ade dan Andrian, disebutkan tetap diperbolehkan bermain karena akan memperkuat tim dari desa asal masing-masing.
Kebijakan tersebut menuai beragam tanggapan di media sosial. Sejumlah warganet menilai pembatasan tersebut berkaitan dengan tidak dibelanya Gabsis Sambas oleh para pemain tersebut di Liga 4 Kalbar. Mereka menilai kegagalan Gabsis seharusnya menjadi momentum evaluasi dan introspeksi manajemen, bukan justru memunculkan kebijakan yang berpotensi memicu kegaduhan baru di tengah masyarakat sepak bola Sambas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak Askab PSSI Kabupaten Sambas terkait polemik tersebut. Publik berharap adanya klarifikasi terbuka agar dinamika pembinaan sepak bola di Kabupaten Sambas tetap berjalan sehat, adil, dan berorientasi pada prestasi daerah.(adm)
